Brahmacari – Bagian 4

Brahmacari
Masa Menuntut Ilmu [Bagian 4]

{sebelumnya}

Agama Hindu melarang umatnya untuk melakukan brunaha (mengugurkan kandungan), karena brunaha sama dengan membunuh orang. Walaupun bayi tersebut masih dalam kandungan tetapi tidak diperkenankan untuk dibunuh. Hal ini disebabkan karena bayi yang ada dalam kandungan sudah memiliki nyawa/roh. Hal ini disebutkan dalam kitab suci Slokantara sloka 75 sebagai berikut:

Brunaha purusaghnasca Kanyacoro grayajakah,
Ajnatasam watsavikah patakah parikirtah

Artinya
Orang yang mengugurkan kandungan, orang yang melakukan pembunuhan, orang yang memperkosa gadis orang yang kawin sebelum saudara-saudaranya yang lebih tua, orang tidak tahu masa baik untuk mengerjakan sesuatu, ini semuanya termasuk orang yang berdosa.

Berdasarkan sloka di atas, maka melakukan brunaha (mengugurkan kandungan) merupakan perbuatan yang sangat berdosa. Realitanya di masyarakat, mengugurkan kandungan (aborsi) relatif banyak dilakukan oleh umat manusia. Hal ini dilakukan oleh mereka yang belum menikah maupun yang sudah menikah dengan berbagai alasan. Lebih lanjut Tjok Rai Sudharta menjelaskan mengenai brunaha ini di bicarakan juga di dalam kitab Wrtisasana, walaupun tidak diberi perincian yang jelas. Yang diterangkan dalam Wrtisasana hanyalah tentang brunaha dan brahmatya, wrtisasana dijelaskan sebagai berikut:

Orang yang membunuh bayi didalam kandungan, membunuh orang mengandung, membunuh raja yang telah dinobatkan, membunuh pendeta suci membunuh yajnamana artinya pendeta yang mejalankan upacara, itu namanya dinamai Brahmatya. Adapun yang dinamamai bhrunaha ialah orang yang membunuh bayi dalam kandungan, inilah yang dinamai Bhrunaha yang dosanya lebih besar dari brahmatya. Sangat berbahaya adanya.

Berbakti kepada Guru

Manusia wajib menuntut ilmu penngetahuan sebanyak banyaknya karena pada masa brahmacari merupakan dasar dari seluruh lapangan hidup yang akan ditempuh pada masa berikutnya. Masa berikutnya adalah grehasta, wanaprasta dan saniasin. Yang terpenting disahakan pada masa brahmacari adalah ilmu pengetahuan tersebut karena ilmu pengetahuan tersebut memegang peranan dalam menempuh jenjang kehidupan berikutnya. Pada masa brahmacari ini tidak bisa lepas dari peranan catur guru yakni Guru rupaka/orang tua, guru pengajian/guru atau dosen, guru wisesa/pemerintah dan guru Swadiaya/Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Remaja/yowana merupakan transisi anak-anak dengan dewasa. Dari segi etimologi anak juga disebut putra berarti orang yang memberikan pertolongan atau menyelamatkan arwah leluhurnya dari neraka. Pernyataan tersebut tersurat dalam Sarasamuscaya 228 yang menyatakan sebagai berikut:

Durbalartham balam yasya tyagratham
ca parigrahah, pakaccaivapacitartham
pitarastena putrinah

Artinya:
Yang dianggap anak adalah orang yang memerlukan pertolongan, srta menolong kaum kerabat yang tertimpa kesengsaraan, men-sedekahkan segala hasil usahanya, memasak dan menyediakan makanan untuk orang-orang miskin, demikian putra yang sejati namanya.

Bagi orang tua, anak-anak harapan keluarga adalah anak yang dapat menjaga nama baik keluarga, pengetahuan, pandai dan mempunyai wawasan berfikir yang luas, serta yang lebih penting lagi mempunyai budipekerti yang luhur. Inilah yang sering disebut “Suputra”. Suputra berasal dari kata su yang berarti baik dan putra berarti anak. Jadi suputra artinya anak yang baik atau mulia. Keberadaan anak baik ini masih anak-anak, remaja /yowana maupun dewasa yang suputra sangat penting ke-beradaanya bagi keluarga. Dengan demikian perlu mendapat pendidikan yang luas sehingga mampu menyeberangkan orang tuanya dari jurang neraka. Keberadaan seorang anak dipandang sebagai jembatan untuk menuju alam sorga. Seorang putra dalam keluarga merupakan penerus keturunan dan pewaris segala tugas yang belum diselesaikan oleh orang tua baik dalam kehidupan keduniawian maupun kerohanian. Oleh karena itu, setiap remaja brahmacari sudah semestinya harus berbakti kepada:

a. Berbakti kepada Guru Rupaka

Yang dimaksud dengan guru rupaka adalah orang tua dan para leluhur yang telah memberika tuntunan dan bimbingan kepada anaknya secara terus-menerus. Peranan orang tua sangat besar daam pendidikan anak-anaknya. Disamping belajar seorang anak juga memiliki kewajiban untuk hormat kepada kedua orang tuanya, Hal ini ditemukan dalam Sarasamuscaya 239 yang menyatakan sebagai berikut:

Tapaccaucavata nityatn dharma-satyaratena ca,
matapltra harakah pujanam karyamanjasa

Artinya :
Orang yang senantiasa (setiap hari) hormat kepada ibu bapaknya disebut tetap teguh berpegang kepada kebenaran dan dharma.

Putra bukan saja diharaokan dapat membahagiakan orang tua semasih hidup, tetapi juga membahagiakan orang tua setelah meninggal. Guru rupaka sangat besar kontribusinya terhadap pertumbuhan jasmani pertumbuhan rohani anak. Dengan demikian, seorang anak mempunyai hutang nyawa terhadap orang tua. Orang tua mempunyai kewajiban memelihara anaknya, mengeluarkan biaya untuk kepentingan sekolah maupun kepentingan hidup anak. Orang tua juga sangat besar kontribusinya terhadap perkembangan tubuh dan memberikan makanan setiap hari. Seorang anak yang suputra merupakan dambaan suatu keluarga yang dapat memberikan penerangan bagi keluarga, masyarakat dan bangsa.

b. Berbakti terhadap Guru Pengajian

Yang dimaksud dengan Guru Pengajian adalah guru-guru yang telah banyak membantu remaja/yowana dalam memperoleh ilmu pengetahuan. Guru Pengajian yang membuka kegelapan hati berupa kebudohan. Tanpa adanya guru Pengajian, kebodohan akan tetap menyelimuti hati kita. Guru merupakan sumber ilmu pengetahuan tersebut yang diberikan kepada anak didik. Dengan demikian, kontribusi anak terhadap intelektual anak sangat besar. Cara membayar hutang terhadap guru dapat diaplikasikan dengan belajar sebaik-baiknya, mentaati peraturan yang ditetapkan guru, dll.

c. Berbakti terhadap Guru Wisesa/Pemerintah

Berbakti terhadap Guru Wisesa juga sangat penting dilakukan sebagai warga negara yang baik. wisesa berarti pemerintah, pemerintah yang memberikan perlindungan, mengatur tatanan kehidupan rakyat dan memberikan kesejahteraan bagi rakyatnya. Berbakti terhadap Guru Wisesa/Pemerintah dapat diaplikasikan dengan mentaati segala peraturan perundang-undangan yang berlaku yang ditetapkan oleh pemerintah.

d. Berbakti terhadap Guru Swadyaya/Tuhan

Yang dimaksud dengan Guru Swadyaya adalah berbakti kehadapan Ida Sang Hyang Widi Wasa karena beliau telah memberikan tuntunan terhadap umat melalui wahyunNya. Diasamping itu, Ida Sang Hyang Widi Wasa juga telah menciptakan jagat beserta isinya. Tanpa Beliau kita tidak mungkin ada di dunia ini.

Masa yowana/remaja merupakan masa/periode yang paling indah atau menarik, karena pada masa ini segala timbul segala harapan untuk di masa depan. Yowana sebagai suatu kelompok di dalam masy irakat sebagai -satu kesatuan yang sangat menetukan nilai suatu keluarga, lingkungan, masyarakat di sekitarnya. Dengan kata lain pemuda merupakan cermin dari keluarga lingkungannya baik secara materiil maupun secara-moral. Dalam pandangan Agama Hindu, remaja/ yowana benar-benar mendapat perhatian dan pembinaan yang dimaksudkan dalam pembinaan Brahmacharya.

Pemuda merupakan penunjang kekuatan nasional. Pemuda merupakar masa sensitif. Pemuda merupakan masa potensial. Pemuda merupakan masa untuk mempersiapkan diri secara matang untuk kekuatan diri yang ada pada diri yowana diantaranya kekuatan ekonomi, keamanan, politik dll. Disamping itu yowana/remaja meru-pakar generasi penerus dalam melanjutkan pembangunan negara

  • Masa muda merupakan masa yang sangat baik dipergunakan untuk mempelajari ilmu pengetahuan, baik yang bersifat formal maupun non formal. Dengan bekal ilmu pengetahuan yang cukup akan dapat merebut peluang kerja yang ada berdasarkan dharma sehingga bisa exis dalam kehidupan ini. Dewi Saraswati mempunyai peranan yang sangat penting untuk memotivasi manusia untuk sadar bahwa ilmu pengetahuan sangat penting dalam kehidupan. Ilmu pengetahuan bagaikan obor yang menerangi manusia untuk membebaskan diri dari kegelapan, kedukaan, kemarahan yang merupakan sebab dari keseng¬saraan. Berkat ilmu pengetahuan orang dapat mengurangi beban hidup serta menjadikan dirinya lebih mulia. Dengan berbekal ilmu pengetahuan orang akan senantiasa berkembang mengikuti perkembangan jaman serta menguasai iptek. Di samping itu pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki dapat exis dalam merebut peluang kerja, bisnis maupun birokrasi. Masa brahmacari dilarang untuk melakukan hubungan sek, karena akan mengganggu kecerdasan.
  • Remaja/yowana mempunyai kewajiban untuk berbakti kepada guru rupaka, guru pengajian, guru wisesa dan guru swadyaya.
  • Remaja/yowana menjadi anak yang suputra yang memiliki ilmu pengetahuan yang cakap serta memiliki budi pekerti yang baik sehi/.gga ilmu pengetahuan yang dimiliki dapat berguna bagi keluarga, masyarakat, misa dan bangsa.
I Gede Manik, S.Ag | Google Images | Youtube



Semoga dapat bermanfaat untuk semeton. Mohon dikoreksi bersama jika ada tulisan/makna yang kurang tepat. Suksma…

2018-09-14T01:51:23+00:00