Citra Wanita Hindu

//Citra Wanita Hindu



Citra Wanita Hindu

Citra wanita Hindu yang dimaksud adalah yang menarik perhatian, unggul, baik hati, bercahaya, dan lain-lain. Ada pula yang mengatakan bahwa citra wanita terlihat dari berbagai warna, mulia, berseri, jernih, indah, sedap, sebagai gambar, rupa, sosok. Mengacu pada pemikiran diatas, menurut analisis penulis, bahwa yang dimaksud dengan Citra wanita adalah penggambaran sosok wanita yang unggul secara pribadi, cantik, menarik secara phisik, wanita ideal yang didambakan oleh semua manusia. Dalam masyarakat Bali yang mayoritas Hindu, nilai-nilai luhur ajaran Hindu menata sikap hidup masyarakat, wanita Hindu khususnya di Bali. Dalam masyarakat Bali yang mayoritas Hindu, nilai-nilai luhur ajaran Hindu menata sikap hidup masyarakat, wanita Hindu khususnya di Bali. Dalam ajaran Hindu yang diteraplikasi ajaran weda tersirat dalam kakawin Ramayana, tipe wanita juga tersirat dalam kitab Suci Bhagawadgita. Kecendrungan wanita yang ideal tersebut termasuk kelompok manusia Daivi Sampat/kecendrungan mempunyai sifat kedewataan. Salah satu petikan yang relevan dengan ciri-ciri wanita tersebut tertera pada salah satu Sloka pada kitab suci Bhagwadgita, yaitu:

Abhyam Sattva Samsuddhir Jnayoga Vyavasthitih Dhanam Damasca Yajnca Scadhyasyas Tapa Arjavam
(Bhagawadgita XVI-1 -3)

Artinya :

Tak gentar, suci hati, bijaksana, mendalami yoga, dan ilmu pengetahuan, dermawan menguasai indria, berupacara, kebhatinan, mempelajari kitab-kitab sastra, hidup sederhana, dan berbuat dengan jujur.

Mengacu pada sloka Bhagawadgita diatas mengandung makna bahwa beberapa ciri-ciri manusia Sattwika (Daivi sampat) termasuk wanita ideal sebagai wanita Hindu Bali khususnya sewajarnya mempunyai unsur seperti itu.

Nilai Luhur Budaya Hindu Menata Wanita Hindu

Nilai luhur budaya merupakan sesuatu yang berharga dalam kehidupan manusia serta berfungsi untuk menata sikap, prilaku masyarakat termasuk wanita Hindu. Nilai luhur budaya yang terkandung pada salah satu sloka Bhagawadgita diatas yang juga merupakan ciri-ciri manusia. Sattwika atau manusia yang cendrung mempunyai sifat kedewataan. Sifat-sifat tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Manusia yang punya kesucian hati yang dimaksudkan manusia itu berprilaku yang jujur beretika, bekerja tanpa pamrih, manusia ini juga taqwa terhadap Ida Hyang Widhi Wasa.
  2. Manusia bijaksana, yang dimaksud disini adalah manusia yang berprilaku pandai dan berbudi luhur, tajam pikiran, arif. Biasanya manusia ini pandai menempatkan sesuatu berkat pengalaman dan perkembangan yang matang.
  3. Manusia yang senang beryoga dan. punya ilmu pengetahuan sehingga orang seperti ini menampakkan prilaku yang senang kemuliaan, punya keseimbangan lahir bhatin, orang itu punya ilmu pengetahuan, punya keahlian namun tetap punya kemampuan mengendalikan, menguasai diri dengan semadi atau meditasi.
  4. Menguasai indria, mengandung makn ada nilai luhur pengendalian indria, pengendalian sad ripu dan mampu berprilaku yang men-cerminan keindriaan. Menurut paham Hindu terletak antara bumi dengan kahyangan (negeri para dewa). Hal ini bermakna bahwa manusia memiliki sifat kedewataan.
  5. Mempelajari kitab-kitab sastra, artinya manusia tersebut mau dan mampu memakai baik secara kognitif, afektif dan psikomotorik nilai luhur yang terkandung dalam sastra-sastra Hindu. Nilai luhur nampak pada prilaku manusia yang cendrung menjadi bijak, arif, punya etika, jujur, teguh, tak gentar menghadapi cobaan dan tantangan hidup. Manusia mampu menciptakan kedamaian dalam dirinya maupun dalam pribadi masyarakat.
  6. Hidup sederhana dan jujur, sifat-sifat manusia seperti ini karena sudah adanya aplikasi dalam hidup manusia tersebut, nilai-nilai luhur sastra terkait dengan lima hala yaitu hidup cukup, hidup bersahaja, tidak mewah, lugu, dan tak terlalu rumit.
  7. Berupaya dan kebaktian yang dimaksud, manusia tersebut eling melaksanakan upacara keagamaan yang harus dilaksanakan sebagai pengejawantahan dari Tri Rna, tiga kewajiban yang harus dilaksanakan sesuai dengan aturan agama Hindu. Hal ini mencerminkan kebaktian pada para Dewa, Rsi, dan Leluhur.

Uraian diatas, menurut analisis penulis berdasarkan tektual sastra Hindu maupun aspek-aspek budaya Hindu membakukan Nilai luhur yang berfungsi menata sikap perilaku masyarakat, wanita khususnya. Pada hakekatnya citra wanita Hindu mulia seharusnya mengetahui, memaknai nilai luhur yang ada pada sastra Hindu sebagai acuan untuk berprilaku menjadi wanita yang mulia lahir bhatin.

Citra wanita Hindu, khususnya wanita Hindu Bali mempunyai citra yang mulia:

  1. sangat religius;
  2. Punya etos kerja;
  3. Teguh imam;
  4. Sebagai pendidik anak;
  5. Punya keseimbangan kecerdasan emosional, kecerdasan intelektual, kecerdasan spiritual.

Keunggulan perempuan dalam multi peran merupakan citra perempuan Hindu yang perlu digali dikembangkan untuk menghadapi tantangan dalam masyarakat. Wanita Hindu tetap maju, namun tidak tercabut dari akar budaya Hindu. Dalam prilaku keseharian, wanita Hindu bisa maju dalam pendidikan, maju ekonomi kreatif, namun harus unggul dalam budaya dan moral. Sebagai aplikasi dalam kehidupan masyarakat Bali, dimana wanita Hindu minimal mengetahui, memahami adat-adat budayanya sebagai jati dirinya, minimal bisa membuat canang dan pejati sebagai persembahan pada Ida Sang Hyang Widhi, ungkapan rasa baktinya.

Sumber
Google Images
Youtube



Semoga dapat bermanfaat untuk semeton. Mohon dikoreksi bersama jika ada tulisan/makna yang kurang tepat. Suksma…

2018-02-10T00:00:51+00:00