Guru Piduka

Guru Piduka adalah upacara yadnya pakeling (atau; permohonan maaf) yang disebutkan dalam sumber kutipan upacara pengepah ayu. bahwa kita tak luput dari kekeliruan bahkan kesalahan, yang kita lakukan-akibat tidak mampu dan atau belum bisa “sepenuhnya” dapat menjalankan apa-apa yang diamanatkan oleh “guru” kita; baik yang diamanatkan oleh Guru rupaka, guru Pengajian, guru wWsesa, dan guru Swadhyaya.

Kaitannya dengan Upacara Agama, kita juga belum sepenuhnya mampu menjalankan apa yang diamanatkan melalui “guru sastra” (sastra drsta), yang kita jadikan acuan dalam berupacara dan membuat upakara yadnya. Masih banyak bahan yang belum kita dapatkan, atau kita kurangi, atau kualitasnya tidak sesuai-misalnya ada yang sudah busuk, basi dan sebagainya. Atas hal inilah kita melakukan Guru Piduka (upacara permohonan maaf secara khusus kepada Guru-Guru tersebut diatas), yakni dengan mempersembahkan Banten yang namanya sesayut Guru Piduka. Kata sesayut artinya: Permohonan Khsusus.

Upakara Meguru Piduka dilaksanakan di Sanggah Kemulan, dengan tetandingan banten untuk guru piduka disebutkan sebagai berikut :

  • Daksina Pejati,
  • Ketipat, Pras, dan runtutannya.
  • Banten Guru :
    • mealed taledan,
    • raka-raka sarwa galahan,
    • tumpeng guru,
    • kojong rangkadan,
    • sampyan jeet guak.
  • Sesayut Guru Piduka / Bendu Piduka :
    • taledan kulit sesayut,
    • raka – raka jangkep,
    • tumpeng putih meklongkang plekir,
    • kojong rangkadan,
    • limang tebih jaja bendu,
    • suci,
    • kawangen 1 buah,
    • sampyan naga sari,
    • penyeneng,
    • wadah uyah,
    • pebersihan dan runtutannya.

 

Berbagai Sumber | Google Images | Youtube



Semoga dapat bermanfaat untuk semeton. Mohon dikoreksi bersama jika ada tulisan/makna yang kurang tepat. Suksma…

2019-01-14T13:30:21+00:00