Ilmu Abimanyu

//Ilmu Abimanyu



Ilmu Abimanyu

Subadra mengandung

Kerajaan Dwaraka diliputi sukacita. Arjuna, ayah dari bayi dalam kandungan Subadra, dengan penuh kesabaran merawat, menjaga, dan mengajarkan berbagai ilmu kepada anak yang masih ada didalam perut Subadra itu. Ia kadang mendongeng, kadang berfilsafat. Lebih sering ia bercerita tentang ilmu perang, sesuatu yang sangat disukai dan dikuasainya. Subadra kadang mendengarkan dengan antusias, kadang bosan, bahkan tak jarang ia tertidur sebelum Arjuna menuntaskan sebuah cerita. Mereka berdua percaya, anak yang masih didalam kandungan dapat merasakan, mendengar dan belajar dari apa yang dirasakan, diucapkan dan dilakukan oleh orang tuanya.

Suatu saat, Arjuna bercerita tentang sebuah taktik peperangan, yaitu tentang sebuah formasi pertahanan yang paling sulit ditembus. Formasi itu bernama Chakrawyuha. Formasi itu berbentuk bunga teratai yang terdiri atas tujuh lapis. Formasi pertahanan yang sekaligus dapat digunakan untuk menyerang, dan sangat efektif menghancurkan pihak lawan yang mencoba menembusnya. Diantara keluarga bangsa Bharata, hanya sedikit ksatria yang menguasai ilmu rahasia ini: Mahaguru Drona, Vasudewa Krisna, Arjuna dan Pradyumna. “Menembus lingkaran ke tujuh, yang paling dalam, ini yang paling sulit……” kata Arjuna. Ia bercerita tentang cara menembus formasi itu, dan belum sempat bercerita tentang bagaimana caranya keluar, karena menyadari istrinya sudah lelap tertidur, mungkin karena tak terlalu tertarik dengan ceritanya tentang formasi militer itu. Demikianlah, anak yang masih didalam kandungan itu sudah digembleng dengan berbagai macam ilmu dan nilai-nilai kebaikan. Genap sembilan bulan, bayi laki-laki dalam kandungan itu lahir dan diberi nama Abimanyu.

Kelak, tepatnya di hari ke-17 pertempuran Bharatayudha, Abimanyu tampil sebagai pahlawan yang menyelamatkan pamannya, Yudistira, dari sergapan Drona. Di hari itu, balatentara Kurawa dipimpin oleh Mahaguru Drona yang menerapkan formasi rahasia Cakrawyuha, dan dalam sekejap pasukan Pandawa terdesak hebat. Karena Arjuna ada di sisi lain medan pertempuran, Abimanyu menjadi satu-satunya andalan menghadapi formasi itu. Ia memejamkan mata, memanggil ingatan bawah sadarnya tentang ilmu rahasia yang pernah diajarkan ayahnya saat ia masih dalam kandungan. Dan iapun memacu keretanya, masuk dan menghancurkan ujung tombak formasi militer yang sangat mengerikan itu.

Abimanyu berhasil menggagalkan formasi Cakrawyuha, namun ia juga terjebak didalam formasi itu karena belum mempelajari caranya keluar. Saat itulah Jayadratha, raja dari Kerajaan Sindhu yang memihak Kurawa, datang bersama ribuan pasukannya dan menutup celah antara Abimanyu dan pasukan Pandawa yang hendak membantunya. Abimanyu terjebak sendirian, dan akhirnya gugur. Ia gugur karena tidak sempat mendengarkan rahasia Cakrawyuha dengan sempurna.

Konon, di abad ini, orang-orang Yahudi adalah orang-orang yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Konon pula, hal itu karena wanita Yahudi yang sedang mengandung diwajibkan membaca dan mempelajari matematika dan filsafat. Mereka juga diwajibkan bermain piano. Semua itu untuk memberikan “asupan” bagi si bayi yang dikandungnya. Dan, merujuk cerita Abimanyu di atas, jauh sebelum orang-orang Yahudi menciptakan metode pembelajaran bagi ibu hamil itu, Itihasa-Mahabharata sudah menceritakan bagaimana cara mengajarkan ilmu pengetahuan sejak bayi masih di dalam kandungan, dengan konsep yang persis sama.

Maka sesungguhnya, tidak ada agama yang memuliakan ilmu pengetahuan melebihi Hindu. Hindu mengajarkan agar anak-anak dididik sejak masih di dalam kandungan. Hindu mengajarkan bahwa ilmu pengetahuan (jnana) adalah jalan (marga) menuju pembebasan, salah satu jalan dari empat jalan (catur marga) menuju Tuhan. Tiga jalan lain adalah karma marga, bhakti marga, dan yoga marga. Ilmu pengetahuan juga dilambangkan dengan Dewi Saraswati, Dewi maha cantik yang anggun, karena kecantikan yang hakiki dari seorang manusia adalah bila manusia itu memiliki pengetahuan. Hindu juga menetapkan satu hari sebagai hari pemujaan yang khusus didedikasikan bagi ilmu pengetahuan.

Om, Brahma Putri Maha Dewi,
Brahmanya Brahma wandini,
Saraswati sayajanam, praja naya Saraswati.
Om, Saraswati dipata ya namah.

Om Saraswati namastubhyam
Varade kama rupini
Siddharambha karisyami
Siddhir bhawantu me sada

Om Hyang Widhi, Sakti-Mu selaku Maha Dewi dari Brahma,
Pancaran Pradana dari Brahma.
Saraswati, Dewi kemampuan berpikir, Saraswati tiada tara kebijaksanaanNya
AUM, Dewi Saraswati hamba menyembah-Mu.
Aum, Saraswati sebagai pemberi Anugrah, dalam bentuk yang didambakan
Semogalah atas segala dharma yang hamba lakukan sukses selalu atas karunia-Mu.

Sumber:
Ketut Budiasa



Semoga dapat bermanfaat untuk semeton. Mohon dikoreksi bersama jika ada tulisan/makna yang kurang tepat. Suksma…

2017-12-13T08:45:18+00:00