Karma Wasana

//Karma Wasana



Karma Wasana

Karma Wasana adalah perbuatan pada masa lampau atau terdahulu seseorang yang dapat mempengaruhi kualitas kehidupan, baik buruk perilaku subha dan asubha karma dari Tri Guna seseorang yang sebagaimana disebutkan dalam sumber kutipan “Pengaruh Triguna Terhadap Tingkat Sradha Dalam Pengembangan Budhi Pekerti”, dimana untuk mencapai kalepasan dari pengaruh karma ini disebutkan yaitu :


  • Orang terlebih dahulu harus menunaikan tugasnya tanpa mengharapkan pahalanya.
  • Selanjutnya orang harus mempelajari kitab suci weda di bawah pimpinan seorang guru pengajian yang akan memimpinnya menurut kemampuan masing-masing,
  • Sehingga orang akan mendapatkan pengetahuan yang benar tentang dirinya dan tentang Hyang Widhi, Tuhan Yang Maha Esa.


Pengetahuan ini akan melahirkan kasih kepada Tuhan. Kasih ini harus dipelihara sehingga menjadi kasih yang tiada putusnya atau menjadi pemujaan yang terus menerus atau bhakti.

Akhirnya Tuhan akan menganugrahkan karunia-Nya (prasadam). Karena karunia inilah manusia di dalam permenungannya akan merealiasasikan Tuhan secara intuitip.

Karma wasana ini juga akan berpengaruh terhadap kehidupan mendatang dan kelahiran berikutnya :

  • Kualitas dari perbuatan pada kehidupan sebelumnya akan dapat mempengaruhi kualitas kehidupan setelah kematian sebagaimana disebutkan swargarohanaparwa sebagai renungan untuk menuju sorga.
  • Pengaruh terhadap kelahiran kembali atau reinkarnasi seseorang oleh Parisada Hindu Dharma Indonesia, dalam kutipan artikel Mengukur Kwalitas Triguna dengan Karma Pala, disebutkan bahwa,
    • karena pada saat janin masih dalam kandungan ibu, atman sudah dibungkus dengan karma wasana dari sancita karma phala pada kehidupan terdahulu seseorang.

Semua yang kita alami, yang  kita temukan/dapatkan dan kita hasilkan dalam kehidupan ini,

  • baik ataupun buruk,
  • suka maupun duka,
  • pintar ataupun bodoh,
  • kaya maupun miskin,
  • keberhasilan ataupun kegagalan




Dan semua itu tiada lain juga disebabkan oleh Karma wasana kita sendiri, yang harus kita terima pada kehidupan sekarang ini sehingga dalam tambahan filosofis banten dapetan saat otonan disebutkan yaitu :

  • Hendaknya kita dapat mensyukuri atas apa yang telah kita dapati;
  • Dan sepatutnya disebutkan bahwa mulai sekaranglah kita juga hendaknya dapat mempersembahkan karma yang baik agar dalam kehidupan nanti kita dapat menikmati suatu kehidupan yang lebih baik pula.

Semoga dapat bermanfaat untuk semeton. Mohon dikoresi bersama jika ada tulisan/makna yang kurang tepat. Suksma…

Sumber:
Sejarah Hari Raya Hindu
Google Images





Semoga dapat bermanfaat untuk semeton. Mohon dikoreksi bersama jika ada tulisan/makna yang kurang tepat. Suksma…

2017-07-27T05:52:16+00:00