OM TAT SAT




OM TAT SAT:
Om Itulah yang (sejati) Ada

Om adalah getaran alam semesta yang teridri atas tiga huruf AUM, suara ajaib yang menyebabkan segalanya ada, teratur dalam satu harmoni semesta. Om merupakan satu kesatuan utuh dari daya cipta, memelihara dan melebur yang merupakan esensi dari kehidupan. Buwana kosa menyatakan la halus teramat sulit dipahami yang gaibnya bagiakan angkasa, tiada namun kenyataanya ada. Om adalah suara ajaib dengan mana yang sejati dan hakiki “itu” (Tat) menyatakan sebuah keberadaan “ada” (Sat). Eksistensi kekal, yang tidak bisa dipecah belah yang kesadara-Nya melampaui batas turiya (tingkat kesadaran yang mengatasi seluruh tingkat kesadaran) dan mengatasi semua keadaan lain, yang absolut tak berciri (Mahanirwana Tantra.3).

Tat menyatakan Om sebagai hakikat sejati yang tak terbagi yang sejatinya itulah yang ada (Sat), dan tidak mengalami perubahan. Om adalah Brahman (purusa) ketika dipikirkan tanpa Shakti (prakriti) la disebut juga sebagai niskala. Ketika bersama prakriti ia disebut sakala dan karena terpegaruh triguna maka disebut Saguna, yang sebelumnya disebut nirguna. Triguna sebagai potensi yang ada dalam prakriti merupakan “mesin” dari Brahman untuk memproyeksikan diri-Nya menjadi bayangan alam semesta yang semu. Diandaikan suatu filem yang diputar dibioskop, operator filemnya adalah Brahman, kasetnya adalah Shakti, proyektonya adalah triguna, dan filem yang tayang pada layar adalah alam semesta ini. Sehingga yang sejati ada dibalik semua yang terlihat ini adalah Dia yang tak terlihat yang yang mengendalikan seluruh jagat raya beserta isinya.

Tentang eka aksara Om sebagai yang utama dalam Bhagawad Gita XI.25 Sri Krishna menyatakan:

“Maharsinam bhrgur aham
giram asmy ekam aksharam
yajnanam japa-yajno ‘smi
sthavaranam himalayah”

“di antara Maharsi Aku adalah Bhrgu;
di antara getaran Aku adalah Om.
Diantara yajna aku adalah nyanyian japa nama-nama suci,
dan diantara yang tak tergoyahkan Aku adalah Himalaya.”

Kata Om tat sat dijelaskan dalam Bhagawad Gita XVII.23-28 yang mengacu pada Brahmana, Veda dan Yajnya.

Om tat sad iti nirdeso
brahmanas tri-vidhah smrtah
brahmanas tena vedas ca
yajnas ca vihitah pura

Kata “Aum Tat Sat” ini dipandang sebagai lambang tiga aspek Brahman. Dengan tiga kata ini telah ditetapkan tentang para Brahmana, kitab suci Veda dan yajna jaman dahulu. (BG. XVII.23).

Dalam sloka berikutnya ditegaskan bahwa Om Tat Sat merupakan kalimat yang dianjurkan untuk diucapkan dalam berbagai kegiatan yang berhubungan dengan Brahman. “Dan dengan pengucapan suku kata “tat”, kegiatan yajna, tapah dan berbagai kegiatan dana dilaksanakan oleh para pencari kebebasan, tanpa tujuan untuk mendapat balas jasa (BG. XVII.25). Suku kata “sat” dipergunakan dalam pengertian realitas, kebajikan, wahai Partha (Arjuna); dan kata “sat” juga dipergunakan dalam kegiatan yang patut dipuji. Kemantapan dalam melakukan yajna, tapah, dana juga disebut “sat” dan juga setiap kegiatan untuk tujuan itu disebut “sat” (BG. XVII.26-27).

Om Tat Sat mengacu pada bagaimana mengawali, melaksanakan suatu aktifitas hingga tujuan dari aktifitas itu agar tertuju pada realitas tertinggi bukan untuk suatu tujuan yang rendah. Artinya motivasi harus dibangun dari yang paling rendah yang masih bersifat pamrih menuju tanpa pamrih sehingga yang hakikat akan di jumpai. Esensi dari seluruh ciptaan keteraturan dan kembalinya semua yang ada itulah yang di tuju dalam pengucapan Om Tat Sat. Om adalah Tat itu yang hakiki dan Sat merupakan realitas tertinggi, dengan kata lain Tat Sat menguatkan bahwa Om merupakan tujuan akhir, realitas tertinggi penyebab yang tidak disebabkan. Hal inilah yang tertuang dalam berbagai mantra dan puja yang selalu diawali dengan Om berakhir dengan Om.

Om Tat Sat juga menyatakan kedalaman bathin dari para suci yang setelah melakukan pencarian “mengalami dan berhenti pada Om”. Om merupakan aksara Brahman terminal terakhir dari perjalanan spriritual. Tak ada keinginan lain selain selalu ada pada daya Om Kara. Tak ada kebahagiaan apapun yang dapat dibandingkan dengan kondisi ini. Tak ada kekuatan lain yang sebesar kekuatan Om Kara ini.

Dia adalah pengetahuan dari pengetahuan, Dia adalah Weda utama dari seluruh Weda, Dia adalah mantra utama dari seluruh mantra, Dia adalah samudra luas tak terhingga dari seluruh samudra alam semesta, Dia adalah sang Hidup yang abadi dari seluruh makhluk, dia ada dengan sendirinya tanpa sebab, tidak dipengaruhi oleh apapun, tidak berkurang sedikitpun, tidak terbagi, tidak bertambah, selalu tetap, sama tanpa awal, terpurba, tanpa ada akhirnya, maha terang, maha sejati, yang paling hakiki dari seluruh yang ada, hanya Dialah yang kekal, selamanya ada walaupun alam ini belum atau tidak ada. Dia adalah getaran dan cahaya abadi yang menjadikan seluruh jagat raya. Dialah yang paling menarik diantara yang ada, Dialah akhir dari semua pengetahuan, akhir dari seluruh pencarian rohani. Om Tat Sat.

Sumber:
Gde Adnyana



Semoga dapat bermanfaat untuk semeton. Mohon dikoreksi bersama jika ada tulisan/makna yang kurang tepat. Suksma…

2018-01-05T05:42:22+00:00