Pengertian Karma Phala Hindu

//Pengertian Karma Phala Hindu



Pengertian Karma Phala Hindu

Om Swastyastu, ada baiknya kita mengingat sesuatu yang kita tahu tapi kadang kita lupakan entah sengaja atau tidak dan entah apa alasannya kita melupakan hal yang mendasar dalam hidup kita sebagai umat Hindu. Saya yakin semua umat Hindu sudah kenal dengan yang namanya Karma Pala. Dua kata yang kedengarannya sederhana tetapi itulah hukum yang berlaku bagi umat Hindu. Secara adil kita diajarkan sebuah hukum seperti sebab akibat dan berani berbuat berani menanggung akibatnya.

Dalam kehidupan sehari-hari kadang orang sengaja mengabaikan Karma Pala ini hanya untuk kenikmatan sesaat dan akhirnya menyesal setelah tahu akibatya berbuat hal tersebut. Sebenarnya apa itu Karma Pala? Kenapa harus ada Karma Pala? Secara sederhana Karma Pala berasal dari dua kata yaitu Karma yang artinya perbuatan atau aksi, sedangkan Pala artinya hasil atau buah atau reaksi. Jadi Karma Pala artinya buah dari perbuatan yang telah dilakukan sebelumnya atau yang akan dilakukan.
Karma Pala adalah hukum bahasa universal artinya setiap perbuatan akan mendatangkan hasil. Siapa yang berbuat dia yang akan menerima hasilnya, bukan orang lain. Dalam konsep Hindu berbuat itu terdiri dari tiga yaitu, perbuatan melalui pikiran, perbuatan melalui perkataan dan perbuatan melalui tingkah laku, ketiganya disebut dengan istilah

Tri Kaya Parisudha. Ketiga perbuatan inilah yang akan mendatangkan hasil bagi mereka yang berbuat, jika perbuatan baik maka baik pula hasilnya, jika perbuatan jahat maka keburukan yang diterima, begitu seharusnya.
Hasil perbuatan bisa berwujud nyata (Skala) atau tentang keduniawian  atau tidak nyata (niskala) bisa dalam bentuk kesenangan bathin. Ditinjau dari segi waktu perbuatan (Karma) dan hasil (Pala) yang akan diterima maka Karma Pala dibagi menjadi tiga bagian yaitu:

  1. Sancita Karma Phala artinya Phala atau hasil yang diterima pada kehidupan sekarang atas perbuatan dikehidupan sebelumnya. Makanya kadang ada orang yang berbuat jahat, tapi hasilnya baik atau sebaliknya, mungkin itu efek dari Sancita Karma Phala.
  2. Prarabdha Karma Phala artinya perbuatan atau karma yang dilakukan saat ini maka phala atau hasil yang diterima juga pada kehidupan saat ini. Di Bali hal ini dibilang Karma Pala Cicih, sekarang berbuat, maka hasilnya diterima sekarang.
  3. Kryamana Karma Phala artinya karma atau perbuatan yang dilakukan saat ini maka pahala atau hasilnya akan diterima pada kehidupan selanjutnya. Dalam hal ini atma melalui proses Punarbahawa atau Reinkarnasi atau proses lahir kembali karena untuk membayar hutang untuk perbuatan jahat atau menerima pahala baik.

Nah itulah pengertian dan bagian-bagian dari Karma Phala, nah mulai sekarang apakah kamu mau berbuat baik atau jahat, kamu sudah tahu akibatnya, maka dari itu berusahlah untuk berbuat baik untuk menyeimbangkan pahala mungkin tidak sengaja berbuat jahat. Saat perbuatan baik dan jahat seimbang maka disanalah hukum Karma Pala menjadi Nol artinya tidak hutang baik atau jahat maka manusia bisa terhindar dari hukum Punarbhawa.

8 Macam Bentuk Karma dan Memahami Maknanya

Kali ada penjelasan lebih panjang tentang Karma pala. Dalam ajaran Hindu, dipaparkan adanya dua hukum yang berlaku dalam alam semesta ini, yaitu Hukum Rta yaitu hukum yang mengatur dinamika alam semesta, benda, dan materi serta Hukum Karma yakni hukum yang mengatur dinamika kehidupan para mahluk.

Sebelum lanjut, kita bahas lagi tentang pengertian Karma, kata Karma berasal dari kata Sansekerta yang berarti perbuatan, kerja, atau gerak. Karma (Perbuatan) meninggalkan Karma Vasana (jejak – jejak perbuatan) yang suatu saat nanti akan muncul sebagai

Karmaphala(buah dari karma, hasil perbuatan) yang akan menentukan baik buruk perjalanan kehidupan kita. Jika Karma kita baik (Subha Karma) maka akan mendapatkan perjalanan hidup yang lancar dan bahagia, sedangkan jika karma kita tidak baik (Asubha Karma) maka akan mendapatkan pengalaman hidup yang berat dan sengsara. Hukum karma adalah hukum yang mengatur dinamika kehidupan semua mahluk di alam semesta, yang mana hukum inilah penyebab mengapa adanya yang terlahir miskin atau kaya, ada cantik, tampan atau buruk rupa.

Setelah paham dengan pengertian Karma Pala, sekarang kita langsung saja dengan menjabarkan macam-Macam Bentuk Karma. Bentuk karma jumlahnya sangat banyak, yang secara garis besar dikelompokkan menjadi delapan pokok bentuk karma, yaitu sebagai berikut :

  1. Mohaniya Karma yakni Karma yang akan mengaburkan kesadaran kita atau menghambat peningkatan kualitas kesadaran kita dan membuat kita jatuh kedalam gelap tanpa ada cahaya, sehingga tidak dapat melihat mana yang disebut baik dan tidak baik. Karma ini terbentuk dengan cara-cara misalnya seperti berikut :
    • Terlalu banyak marah, sering membenci, perilaku kasar, berselingkuh dll.
    • Terlalu larut dengan kesenangan-kesenangan yang bersifat duniawi.
    • Terlalu fanatik dalam hal beragama (tidak adanya toleransi akan keberagaman kepercayaan).
  2. Darsanavaraniya Karmayakni Karma yang menghalangi kemampuan fisik kita serta menghilangkan kemampuan pengindera dalam diri. Misalnya seperti contoh berikut :
    • Caksur-Darsanavaraniya Karma: Yang menghilangkan kemampuan sebernanya pada mata, yang sejatinya dapat melihat alam halus dan mahluk halus, dan yang paling parah adalah kehilangan kemampuan mata untuk melihat secara normal.
    • Acaksur-darsanavarana Karma: Yang membuat kita kehilangan kemampuan yang sebenarnya pada indra tubuh selain mata (telinga, hidung, lidah, dll)
    • Avadhi-darsanavarana Karma: yang membuat kita kehilangan kemampuan sebenarnya pada badan fisik.
  3. Jnanaravaniya Karmayakni Karma yang menghalangi penyerapan ilmu pengetahuan. Karma ini akan membuat kita sulit berjodoh dengan ilmu pengetahuan sehingga membuat pikiran jadi tumpul,tidak pintar, dan buntu.
  4. Antaraya Karma yakni Karma yang menghambat kita untuk melakukan kebaikan, menerima pemberian, atau menikmati hasil kerja kita. Contohnya yaitu sebagai berikut :
    • Dana-antaraya Karma: Menyebabkan kita tidak dapat menolong seseorang. Misalnya kita ingin memberikan bantuan berupa uang kepada mereka yang terkena bencana, tapi kita sendiri dalam kondisi kekurangan uang.
    • Labha-antaraya Karma: Menyebabkan kita tidak dapat menerima pemberian orang lain. Misalnya sedang ada bagi-bagi sembako, akan tetapi kita tidak kebagian meskipun telah ikut mengantri.
    • Virya-Antaraya Karma: Menyebabkan munculnya rasa “tidak inginan” dalam diri untuk melakukan sesuatu.
  5. Vedaniya Karma yakni Karma yang mempengaruhi gejolak emosi, perasaan, dan pikiran positif-negatif. Misalnya menyebabkan manusia ada yang mudah marah, ada yang penyabar, ada yang humoris, ada yang pemurung, ada yang pemberani, dan ada pula yang penakut. Karma ini terbentuk dari akumulasi sifat-sifat dalam menjalani kehidupan sebelumnya atau saat ini. Jika kita menjalani hidup dengan welas asih kepada semua mahluk, maka akan mendapatkan karma yang sifatnya baik, sedangkan jika menjalani hidup dengan menyakiti dan merugikan mahluk lain, maka akan mendapatkan karma yang sifatnya tidak baik.
  6. Ayusua Karma yakni karma yang membawa kita ke alam-alam setelah kematian. Karma ini terbentuk dari akumulasi karma kita semasih hidup yang akan menentukan kita akan menuju Bhur Loka, Swah/Svarga Loka, atau langsung terlahir kembali.
  7. Nama Karma yakni karma yang menentukan kita lahir dalam tubuh mahluk apa dan kondisi badan fisik yang bagaimana.
  8. Gotra Karma yakni karma yang menentukan nasib hidup kita, seperti tempat, situasi lingkungan, dan dalam keluarga seperti apa kita akan dilahirkan, serta dengan siapa saja kita akan bertemu.

Jika sudah paham dengan pembagian dari Karma, tidak ada salahnya kita juga harus paham bagaimana cara menghadapi Karma. Cara untuk menghadapi karma ialah dengan berhubungan baik dengan karma, yang artinya adalah membiarkan putaran karma mengalir bersama diri kita sendiri, karena mereka yang mengalir bersama putaran karmanya maka bathinnya pun akan damai dan lebih mudah bahagia. Selain itu, hal ini juga akan memunculkan sifat ketulusan dan keihklasan dalam diri dalam menjadi kehidupan. Misalnya, jika kita punya impian menjadi orang yang kaya raya, akan tetapi setelah bekerja keras hasil yang didapat (karma) hanyalah hidup sederhana, maka mengalirlah bersama karma dengan mensyukuri apa yang kita miliki dengan mengurangi mengeluh dan tetap selalu bekerja keras.

Dalam hidup yang kita jalani saat ini siapakah penentu Karma kita? Mungkin kita mengira bahwa karma yang kita peroleh sudah diatur atau ditentukan Tuhan. Akan tetapi dari apa yang dijelaskan dalam buku Samsara, disebutkan bahwa:

Dalam ajaran agama Hindu manusia itu Svatantra Katah, yaitu makhluk yang sepenuhnya bebas, memilik kehendak bebas, dan sepenuhnya bertanggung jawab atas semua perbuatannya sendiri. Jadi, hukum karma bukanlah sebagai nasib atau “takdir Tuhan”, melainkan kita sendirilah yang sepenuhnya menentukan nasib kita sendiri. Baik buruknya pada kehidupan sekarang merupakan Karma (buah perbuatan) dari kehidupan sebelumnya dan saat ini. Maka dari itu, mari sama-sama benahi diri, pilih yang baik, dan lakukan yang baik pula untuk kelak mendapatkan karma yang baik pula.

Sumber
Google Images
Youtube



Semoga dapat bermanfaat untuk semeton. Mohon dikoreksi bersama jika ada tulisan/makna yang kurang tepat. Suksma…

2018-03-09T03:33:50+00:00