Pura Bhur Bwah Swah

Pura Bhur_Bwah_Swah terletak di desa seraya tengah, tepatnya di gunung seraya pucak bisbis, kabupaten karangasem. Untuk sampai di lokasi pura, dari kota karangasem kita dapat melalui taman ujung, menuju desa seraya tengah, kemudian naik menuju banjar peninggaran. Dari banjar peninggaran, kita akan melalui jalan berliku dan cukup terjal sepanjang kurang lebih 3 km.

Dulunya jalan ini merupakan jalan setapak, yang dibangun swadaya oleh masyarakat setempat, namun di tahun 2007 ini akses jalan telah diperbaiki dan masih dalam proses pengaspalan. Jarak lokasi pura dari pusat kota denpasar kurang lebih 91 km dan dari kota karangsem kurang lebih 18 km. Dulunya pura bwhur, bwah, swah, dikenal dengan nama pura bwar bwaran, pasar agung dan pura pucak sari untuk pura swah yang terletak di paling puncak. Menurut penuturan masyarakat setempat, perubahan nama pura diawali dengan datangnya seorang pertapa yang berasal dari jawa yang melakukan yoga semadi di pura ini selama 42 hari, dan mendapatkan pawisik bahwa nama pura ini adalah pura bhur, bwah, swah.

Lokasi Pura bhur bwah swah tepatnya terletak di gunung seraya pucak bisbis. Pura ini terletak di tiga tempat pada ketinggian berbeda, dengan puncaknya terletak pada ketinggian 1060meter diatas permukaan laut. Ada empat jalan yang dapat ditempuh untuk sampai di puncak pura. Dari utara kita dapat melalui pura pekarangan, dari timur dapat dicapai melalui linggajati, dari selatan melalui pura watu pondong pondong, dan yang akan kita tempuh adalah dari barat, melalui pura bhur loka. Untuk sampai di pura paling puncak atau pura swah loka, kita akan menembus hutan dengan jalan setapak yang cukup terjal yang memakan waktu kurang lebih 2 jam.

Sebelum sampai di Lokasi pura pertama atau bhur loka, kita akan melakukan persembahyangan di pesucian yang terletak tepat di bwah dari lokasi pura. Dari pesucian, kita akan mulai mendaki bukit bisbis, untuk kemudian sampai di pura pertama atau pura bhur loka. Lokasi pura ini merupakan sebuah dataran atau palebahan yang terdiri dari beberapa pelinggih.

Di Pura bhur loka berdiri beberapa pelinggih seperti pelinggih Pengapit lawang, bale pesandekan dan pelinggih utama berupa bebaturan. Seluruh pelinggih yang ada disini dibuat dengan struktur yang masih sangat sederhana. Piodalan di pura ini dilaksanakan satu tahun sekali pada sasih karo, dengan upakara piodalan alit yang disebut dengan pareman. Piodalan ini diiringi tarian sakral seperti baris, gandrung, dan pendetan.

Di pura bhur ini adalah kesempatan terakhir untuk mempersiapkan segala perlengkapan, sebelum memulai perjalanan ke pura kedua atau pura bwah loka yang akan memakan waktu kurang lebih 2 jam perjalanan. Setelah melakukan persembahyangan di pura bhur loka, akan menempuh perjalanan menuju pura bwah loka sekitar 800 meter. Sehingga diperlukan ketahanan fisik yang prima, disamping niat yang kuat. Jalan yang ada cukup terjal dengan tangga tangga darurat, bila tidak berhati hati akan berakibat fatal.

Pura bwah loka merupakan sebuah penataran dengan sebuah pelinggih. Dari pura bhur loka menuju pura swah loka berjarak kurang lebih 600 m, dan memerlukan waktu sekitar 45 menit. Jalan menuju pura swah lebih terjal dari sebelumnya.  Sebelum memasuki area swah loka ada nsebuah dataran yang merupakan patirtan dari pura swah loka. Di sini tempat untuk melukat dan sembahyang.

Areal swah loka biasanya diselubungi kabut tebal dengan udara sejuk nan dingin. Jika kabut tak menyelimuti puncak, akan terlihat jelas desa bangle yang berada di utara, gunung lempuyang atau desa sega di barat, dan desa seraya di selatannya.Di pura swah loka yang juga kerap disebut dengan pura pucak sari gunung bisbis berdiri beberapa pelinggih dengan mandala pura yang tidak begitu luas kurang lebih 4 are. Keadaan pura ini mengingatkan kita akan pura lempuyang, sebelum dipugar seperti sekarang.

Di depan pura berdiri sebuah candi bentar sederhana. Sementara di dalamnya berdiri beberapa buah pelinggih. Di areal pura swah loka berdiri pelinggih sanggar agung, tiga buah padma, dua buah padma capah dan sebuah paruman sederhana. Di pura ini terdapat sisa sisa sendi yang kemungkinan merupakan serpihan pelinggih bebaturan. Di sini juga ditemukan uang kepeng yang kini dijadikan dasar pelinggih.

Pada awalnya pura swah dibangun oleh 18 kk yang sehari hari sering berburu di sekitar hutan ini, kemudian setelah berapa lama masyrakat seraya pun ikut mendukung keberadaan pelinggih ini. Pujawali di pura ini dilaksanakan pada purnamaning sasih katiga setiap satu tahun sekali. Pujawali dilaksanakan oleh 18 kk yang berasal dari desa pekarangan atau desa sega kecamatan abang dan masyarakat seraya.

Daerah bukit peninggaran merupakan kawasan suci yang dilalui beberapa jajaran pura sakral seperti pura watu telu, pura sanglot, pura watu tumpeng, pura watu sangian, pura watu tulis dan pura watu tumpek. Yang cukup unik dari keberadaan pura ini adalah daerah sekitar pura merupakan pemukiman warga muslim. Konon warga muslim ini adalah tawanan raja karangasem. Saat ini cukup banyak penyiwi yang tangkil ke pura bhur bwah swah. Meskipun letak pura cukup jauh, namun para penyiwi yang tangkil mengetahui keberadaan pura dari berbagai sumber salah satunya adalah dari mimpi mimpi.

Sampaikanlah Doa dengan tulisan yang baik, benar dan lengkap. Sampunang disingkat-singkat!

Berbagai Sumber | Google Images | Youtube | Support become Patreon
Tag: dewatanawasanga, Blogger, bali, satuskutus offering, love, quotes, happy, true, smile, success, word, history, beautiful, culture, tradition, love, smile, prayer, weda, hindu, spiritual,



Semoga dapat bermanfaat untuk semeton. Mohon dikoreksi bersama jika ada tulisan/makna yang kurang tepat. Suksma…