ga('require', 'GTM-KFB5FMD'); Tentang Otonan - Juru Sapuh

Tentang Otonan

//Tentang Otonan

Tentang Otonan

Otonan berasal dari kata “pawetuan”, yaitu peringatan hari lahir menurut tradisi agama Hindu di Bali yang didasarkan pada Sapta wara, Panca wara, dan Wuku. Dalam kalender Bali otonan dirayakan setiap 210 hari(setiap 6 bulan).

Di hari otonan kita memanjatkan puja kepada Sanghyang Widhi karena atas perkenan-Nya roh/atma bisa menjelma kembali menjadi manusia, serta mohon keselamatan dan kesejahteraan dalam menempuh kehidupan.

Dalam penetapan hari otonan tidaklah boleh asal-asalan atau tidak boleh keliru. Karena dalam lontar pawacakan dan lontar jyotisha, jika keliru dalam penetapan otonan anaknya akan mengalami hal-hal yang tidak diinginkan.

Cara Menetapkan Hari Otonan

Dalam menentukan hari otonan yang harus dijadikan patokan adalah sistem kalender Saka-Bali. Yang mana dalam pergantian hari atau tanggal yaitu ketika matahari terbit(sekitar jam 6 pagi).

Jika untuk bayi, otonan pertama kali dilakukan ketika sudah berumur 105 hari, karena organ tubuh dianggap sudah berkembang sempurna dan semua panca indra sudah aktif, dimana panca indra anak itu dapat membawa dampak positif dan negatif pada kesucian jiwa,sehingga harus di lakukan Otonan /upacara tiga bulanan. Dimana jika belum di lakukan Otonan /diupacarai tiga bulanan, maka anak itu masih “Cuntaka” atau belum suci.

Sarana Upacara Otonan
Dalam upacara otonan yang sederhana sarana cukup sebagai berikut:

  1. Banten Pejati (untuk Bhatara Guru/Kemulan)
  2. Dapetan (sebagai tanda syukur)
  3. Sesayut Pawetuan (untuk Sang Manumadi)
  4. Segehan (untuk Bhuta)

Selain itu boleh juga diisi kue Taart diatasnya dikasi canang sari dan dupa, kemudian didoakan.
Dalam prosesi otonan, terdapat sebuah simbolis yaitu pemasangan gelang ditangan berwarna putih. Kenapa menggunakan benang? karena benang mempunyai kontotasi “beneng” dalam bahasa bali halus. Yang dapat diartikan 2 hal yaitu:

  • Karena benang sering dipergunakan sebagai sepat membuat lurus sesuatu yang diukur. ini maksudnya agar hati yang otonan selalu di jalan yang lurus/benar
  • Benang memiliki sifat lentur dan tidak mudah putus sebagai simbol kelenturan hati yang otonan dan tidak mudah patah semangat.

Mantra/Doa Dalam Otonan

Mantra yang bisa digunakan dalam otonan yaitu sebagai berikut:

Mabya kala /bya kaon
Om shang bhuta nampik lara sang bhuta nampik rogha, sang bhuta nampik mala, undurakna lara roga wighnanya  manusanya. Om sidhirastu Yanama Swaha.

Matepung tawar.
Om purna candra purna bayu mangka purnaya manusa maring marcepada kadi langgenaning surya candra vmangklana langgenganipun manusyania
Om sidhirastu ya nama Swaha

Mesesarik
Kening; om sri sri ya nama swaha
Bahu kanan:  om anengenaken phala bhoga ya nama swaha
Bahu kiri  :  om angiwangaken pansa bhaya bala rogha ya nama swaha
Telapak tangan : om  ananggapaken   phala bhoga ya nama swaha
Tengkuk : om angilangaken  sot papaning wong ya nama swaha
Dada : om anganti ati sabde rahayu

Matebus benang.
om angge busi bayu premana maring angge sarire

Natab sesayut.

Dalam natab sesayut ada 2 mantra yang bisa dipergunakan untuk otonan sederhana:

  1. Sesayut bayu rauh saiom sanghyang jagat wisesa, metu sira maring bayu, alungguh maring bungkahing adnyana sandi
    om om sri paduka guru ya namah.om ung sanghyang antara wisesa, metu sira maring  sabda, alungguh maring madyaning adnyuana sandi
    om om sri sri paduka guru ya namah.om mang sanghyang jagat wisesa. metu sire maring idep. alungguh maring tungtungngin adnyana sandi
    om om sri paduka guru ya namah
  2. sesayut pangenteg bayuom dabam jaya bayu krettan dasa atma dasa premanam  sarwa angga ma sariram
    wibbbbuh bhuanam dewat makam.
Sumber:
Paduarsana
Google Images
Youtube



Semoga dapat bermanfaat untuk semeton. Mohon dikoreksi bersama jika ada tulisan/makna yang kurang tepat. Suksma…
2018-02-03T06:48:02+00:00